HomePendidikan

Passing Grade – Hasil PPDB SMA Kota Surakarta th 2018

Untuk melihat peluang masuk ke sebuah sekolah, biasanya kita melihat hasil PPDB di sekolah tersebut pada tahun sebelumnya. Sebut saja hasil PPDB tahun sebelumnya itu sebagai passing grade-nya. Aturan pelaksanaan PPDB SMA Kota Surakarta dan wilayah lain di Provinsi Jawa Tengah tahun 2018/2019 ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Nilai yang dijadikan acuan lolos seleksi PPDB (selanjutnya kita sebut saja nilai PPDB) merupakan penjumlahan antara Nilai UN SMP/MTS yang sudah diberi pembobotan dan Nilai Prestasi. Poin pembobotan ini disesuaikan dengan peminatan  siswa dengan ketentuan sbb :

Mata Pelajaran Peminatan
IPA IPS Bahasa
Bhs Indonesia 2 5 5
Matematika 4 3 2
Bhs Inggris 3 4 4
IPA 5 2 3

Untuk memudahkan anda dalam membaca passing grade SMA Negeri Surakarta tahun 2018 ini, saya sertakan  tools untuk mengkonversikan nilai UN menjadi nilai PPDB (setelah ditambah nilai Prestasi – jika ada). Nilai yang tercantum dalam tabel passing grade ini adalah nilai minimal yang diterima di masing-masing jalur.







Passing Grade – Hasil PPDB SMA Negeri Kota Surakarta – Solo tahun 2018

SEKOLAH  Dlm Zona   Luar Zona   Miskin 
SMA Negeri 1 
 – MIPA 116.55 130.75 87.55
 – IPS 117.85 126.35 78.90
SMA Negeri 2 
 – MIPA 104.65 113.05 77.05
 – IPS 104.85 112.55 57.05
SMA Negeri 3 
 – MIPA 116.70 127.30 76.40
 – IPS 117.40 124.00 72.90
SMA Negeri 4 
 – MIPA 122.65 128.40 68.35
 – IPS 121.95 122.85 74.10
SMA Negeri 5 
 – MIPA 115.10 119.45 66.85
 – IPS 113.30 113.80 66.90
SMA Negeri 6 
 – MIPA 108.55 108.90 58.45
 – IPS 109.75 107.05 58.95
 – BAHASA 105.25 112.15 57.70
SMA Negeri 7 
 – MIPA 116.75 120.85 74.45
 – IPS 116.65 117.75 61.15
SMA Negeri 8 
 – MIPA 74.10 73.70 59.10
 – IPS 72.00 70.10 57.75

Tools Konversi Nilai UN ke Nilai UN Terbobot

Nilai B.Indonesia :
Nilai Matematika :
Nilai B. Inggris     :
Nilai IPA                :
———————————————————————-
Nilai UN :
———————————————————————-
IPA :
IPS :
Bhs :

Tabel poin Nilai Prestasi

Nilai Prestasi

Nilai PPDB = Nilai UN Terbobot  +  Nilai Prestasi

Peraturan terkait dengan PPDB SMA Provinsi Jawa Tengah tahun Ajaran 2018/201

PERSYARATAN

Kelengkapan administrasi yang harus dipenuhi oleh calon peserta didik SMA yang mengikuti PPDB berupa:

  1. Foto copy yang telah dilegalisir pejabat berwenang (diserahkan pada saat verifikasi berkas):
    • Ijazah SMP/sederajat atau surat keterangan yang berpenghargaan sama dengan ijazah SMP/ijazah Program Paket B/Ijazah satuan pendidikan luar negeri yang dinilai/dihargai sama/setingkat dengan SMP.
    • Akta kelahiran dengan batas usia paling tinggi 21 (dua puluh satu) tahun pada awal tahun pelajaran baru 2018/2019, dan belum menikah
    • Kartu Keluarga (terhitung paling sedikit 6 (enam) bulan tinggal di Kabupaten/Kota yang bersangkutan sebelum waktu pendaftaran);
  2. Foto copy yang telah dilegalisir pejabat berwenang, serta menunjukkan aslinya (pada saat verifikasi berkas):
    • Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM), bagi calon peserta didik dari keluarga kurang mampu/miskin yang ditetapkan oleh Pejabat yang berwenang (Lurah/Kepala Desa yang diketahui Camat), Kartu Indonesia Pintar (KIP), atau Kartu Miskin yang diterbitkan oleh Pemerintah Kabupaten/Kota setempat;
    • Piagam prestasi tertinggi yang dimiliki dan sesuai kriteria yang ditetapkan;
    • Surat keterangan anak guru yang diterbitkan oleh sekolah dari guru yang bersangkutan tempat bertugas;

PEMINATAN

  1. Berpedoman pada Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 64 Tahun 2014 tentang Peminatan Pada Pendidikan Menengah, maka PPDB Tahun Pelajaran 2018/2019 di Provinsi Jawa Tengah untuk SMA dilakukan pemilihan peminatan sejak calon peserta didik melakukan pendaftaran pada proses PPDB.
  2. Peminatan pada SMA memiliki tujuan untuk memberikan kesempatan kepada peserta didik mengembangkan kompetensi sikap dan kompetensi pengetahuan peserta didik sesuai dengan minat, bakat dan/atau kemampuan peserta didik.
  3. Peminatan pada SMA terdiri atas:
    1. Peminatan Matematika dan IPA;
    2. Peminatan IPS; dan
    3. Peminatan Bahasa dan Budaya.
  4. Setiap calon peserta didik wajib menentukan pemilihan peminatan pilihan pada setiap satuan pendidikan yang dituju.
  5. Penentuan peringkat peminatan didasarkan atas penghitungan nilai pada nilai UN yang memiliki korelasi dalam mendukung proses pembelajaran siswa yang bersangkutan terhadap peminatan yang dipilihnya.
  6. Rumusan pemeringkatan peminatan diformulasikan dalam rumus/pembobotan dari hasil UN SMP sebagai berikut:
    1. Peminatan Matematika dan IPA
      • Mapel IPA                         :  5  point
      • Mapel Matematika           :  4  point
      • Mapel Bahasa Inggris      :  3  point
      • Mapel Bahasa Indonesia  :  2 point
    2. Peminatan IPS
      • Mapel IPA                        :  2  point
      • Mapel Matematika           :  3  point
      • Mapel Bahasa Inggris      :  4  point
      • Mapel Bahasa Indonesia  :  5 point
    3. Peminatan Bahasa dan Budaya
      • Mapel IPA                        :  3  point
      • Mapel Matematika           :  2  point
      • Mapel Bahasa Inggris      :  4  point
      • Mapel Bahasa Indonesia  :  5 point
  7. Jumlah peserta didik yang diterima sesuai peminatan adalah berdasarkan peringkat tertinggi ke peringkat terendah pada setiap peminatan yang disesuaikan dengan zonasi dan daya tampung setiap peminatan pada satiap satuan pendidikan SMA

SELEKSI

Seleksi pada SMA dengan ketentuan:

  1. Menggunakan zonasi dengan menunjukkan KK di wilayah Kabupaten/Kota masing-masing terhitung paling sedikit 6 (enam) bulan tinggal di Kabupaten/Kota yang bersangkutan sebelum waktu pendaftaran. Ketentuan ini dikecualikan bagi PNS Instansi Vertikal, anggota TNI, anggota POLRI, dan karyawan BUMN yang karena penugasan kepada orang tuanya diberlakukan ketentuan zonasi sesuai surat penugasan kepada orang tua yang bersangkutan.
  2. Menggunakan nilai Ujian Nasional (UN);
  3. SKTM, KIP,  atau Kartu Miskin yang diterbitkan oleh Pemerintah Kabupaten/Kota hanya berlaku bagi pendaftar yang berdomisili pada zona 1.
  4. Calon peserta didik yang merupakan anak guru dinyatakan langsung diterima apabila calon peserta didik tersebut mendaftar pada satuan pendidikan tempat orang tuanya bertugas sebagai guru.
  5. Calon peserta didik mendapat tambahan Nilai Prestasi (NP) apabila berprestasi baik individu maupun kelompok;
  6. Berdasarkan ketentuan zonasi, maka nilai akhir digunakan sebagai dasar peringkat calon peserta didik yang merupakan penjumlahan nilai UN (Ujian Nasional), dan NP (Nilai Prestasi);
  7. Apabila jumlah pendaftar dalam zona 1 dan zona 2 melebihi daya tampung, akan diseleksi berdasarkan prioritas:
    • Anak Guru;
    • Anak Berprestasi;
    • Siswa Miskin
  8.  Apabila terdapat nilai akhir yang sama maka penentuan peringkat mengutamakan
    • usia calon peserta didik yang lebih tinggi;
    • pilihan 1 (satu);
    • nilai yang lebih tinggi berdasarkan urutan mata pelajaran Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, dan IPA:

NILAI PRESTASI

Penambahan nilai prestasi hanya diambil dari salah satu prestasi tertinggi dari kejuaraan yang diperoleh, bukan merupakan penjumlahan dari seluruh nilai prestasi yang dimiliki.

Prestasi bisa meliputi prestasi dibidang, sains, teknologi, seni budaya, olahraga, keteladanan dan bela negara, nasionalisme, pramuka. Rumusan nilai prestasi seperti pada tabel disamping.

NILAI AKHIR

Penetapan nilai akhir dilakukan setelah keseluruhan proses dilaksanakan, dan merupakan akumulasi dari komponen penilaian.

Komponen penilaian untuk penghitungan nilai akhir pada SMA meliputi:

  • Jumlah nilai UN SMP/MTs atau yang sederajat (UN);
  • Nilai Prestasi (NP);

Berdasarkan komponen penilaian tersebut, selanjutnya diformulasikan ke dalam rumus :

                                              NA = UN + NP

Jika nilai hasil UN dalam rentang 0 (nol) sampai dengan 100 (seratus) maka nilai UN dikonversi menjadi rentang nilai 0 (nol) sampai dengan 10 (sepuluh).

Selengkapnya tentang aturan ini silakan simak https://jateng.siap-ppdb.com/#/030001/aturan

Semoga bermanfaat.

Sumber :

  • https://jateng.siap-ppdb.com
  • Image : surakarta.go.id