Cernak : Karung Ajaib Raja Odil

Karung Ajaib Raja Odil

Oleh Winda Febriani Pratiwi
Ilustrator : Kak Jo

Thema Cerita Anak :
Kejujuran dan kejahatan yang pasti ada hukumannya.


Besok adalah hari ulang tahun Raja Odil. Semua pengawal dan anggota kerajaan yang lain sibuk mempersiapkan segala keperluan untuk pesta yang akan diadakan selama tujuh hari tujuh malam. Para raja dari berbagai penjuru negeri pun diundang untuk menghadiri pesta ulang tahun raja yang dikenal arif dan bijak itu.
Akhirnya, tibalah hari yang dinanti-nanti oleh semua orang. Raja Odil terlihat begitu bahagia.
“Wahai rakyat Negeri Anggala, hari ini adalah hari yang berbahagia dan aku ingin kalian menikmati pesta ini,” kata Raja
Odil kepada seluruh rakyat di Negeri Anggala. Rakyat pun bertepuk tangan menyambutnya. Mereka memberikan berbagai macam hadiah kepada Raja.
Tak mau kalah dengan rakyat di Negeri Anggala, para raja dari berbagai negeri pun datang dengan membawa buah tangan sebagai hadiah.
“Selamat ulang tahun, Raja Odil. Terimalah hadiah dari Negeri Goldy ini,” kata Raja Mario.
Raja Odil menerima pemberian Raja Mario dengan senang.
Hadiah itu berupa sekarung emas dan berlian. Negeri Goldy memang dikenal sebagai penghasil emas dan berlian terbaik. Para raja yang lain pun mengikuti. Mereka memberikan hadiah yang begitu istimewa kepada Raja Odil.
“Terima kasih para sahabatku, pemberian kalian ini akan kupergunakan dengan baik demi kesejahteraan penduduk Negeri Anggala,” ucap Raja Odil bahagia.
raja-odilRaja Odil meminta para pengawal untuk menyimpan hadiah-hadiah tersebut di tempat dia biasanya penyimpan barang berharga lainnya. Tanpa bertanya lagi, para pengawal pun melaksanakan perintah Raja Odil. Mereka mengangkat berkarung-karung hadiah itu.
Tak disangka, Lipo, salah seorang pengawal Raja Odil, mengincar salah satu hadiah di dalam karung itu. Pada malam terakhir pesta ulang tahun Raja Odil, Lipo memberanikan diri menyelinap ke dalam gudang. Dia berniat mengambil karung yang berisi emas dan berlian pemberian Raja Mario. Namun di dalam gudang itu terdapat banyak karung yang terbuat dari benang emas. Semua diikat dengan tali dari kain sutera yang indah. Tanpa pikir panjang, Lipo pun mengambil salah satu dari beberapa tumpukan karung yang ada.
“Semua karung ini pasti berisi harta yang sangat berharga,” ujarnya dalam hati.
Dia lalu mencuri salah satu karung dan membawanya pergi. Karena malam terakhir pesta begitu meriah, tak seorang pun memperhatikan hal itu.
“Sekarang aku akan membuka karung ini dan melihat harta apa yang ada di dalamnya,” katanya setelah berada di luar istana seraya membuka ikatan karung.
Alangkah terkejutnya Lipo saat karung itu terbuka. Bukan emas atau permata yang berada di dalamnya, melainkan segerombolan lebah yang sangat marah dan bersiap untuk menyerang Lipo dengan sengatannya. Lipo lari tunggang langgang kesana-kemari. Tapi kawanan lebah terus mengejarnya. Lebah-lebah itu seolah tidak mau melepaskan Lipo sebelum dia meminta maaf kepada Raja Odil.
Lipo yang sudah lelah dan putus asa berlari menuju keramaian di istana. Dengan tubuh yang penuh sengatan lebah, dia berlari menuju ke arah Raja Odil yang saat itu sedang menyaksikan pertunjukan sulap.
“Ampun, Baginda. Maafkanlah hamba karena telah berbuat salah,” kata Lipo seraya berlutut di hadapan Raja Odil.
Raja Odil menatap Lipo dengan bingung. Namun saat melihat lebah yang mengerubungi tubuh pengawalnya itu, Raja Odil pun langsung paham dengan apa yang terjadi.
“Baiklah, karena aku tidak ingin terjadi keributan dan merusak suasana pesta ini, kau kumaafkan. Tapi aku akan tetap memberikan hukuman kepadamu. Mulai hari ini kau kuhukum untuk membersihkan seluruh istana setiap hari,” kata Raja Odil.
Seketika itu lebah-lebah yang mengerumuni Lipo menghilang. Lipo pun berterima kasih kepada Raja Odil. Dia sangat menyesal atas perbuatannya.
Ternyata karung yang dipakai untuk menyimpan barang berharga kerajaan bukanlah karung biasa. Karung itu secara khusus dibuat oleh Raja Odil untuk melindungi harta kerajaan. Harta-harta itu hanva dipergunakan untuk kepentingan rakyat.
Jika orang yang membuka karung itu memiliki niat baik, maka dia akan menemukan harta yang disimpan di dalam karung itu. Namun apabila orang yang membukanya berhati jahat, maka dia hanya akan menemukan sesuatu yang bisa mencelakainya sendiri.

Suara Merdeka, 9 September 2012