Shinta Novarina, Kisah Sukses Butik Fatimah Muslim

Last updated on January 25th, 2017 at 09:06 am

“Terus mencoba yang baru, jangan berkecil hati, optimis, bekerja keras  untuk meraih mimpi”

Owner Butik Fatimah MuslimahAwal terjun ke dunia bisnis, ibu yang bemama lengkap Shinta Novarina ini rajin mengikuti pameran-pameran yang digelar di mal. Belum mempunyai toko yang tetap, ia memanfaatkan jaringan pertemanan dan dari mulut ke mulut untuk memasarkan busana muslimah yang berlabel Fatimah Muslim.
Saat itu tahun 2012 silam kegiatannya untuk terjun ke dunia bisnis sempat ditentang oleh suaminya H Dodi. Pertentangan itu berbuah kevakuman selama se tahun karena kesibukan di rumah yang tidak bisa ditinggalkan.
“Saya sempat menahan diri untuk terjun ke dunia bisnis selama setahun. Memulai kembali dulu seperti meluapkan keinginan saya,” ujarnya ditemui di toko Fatimah Muslim Pasar Baru Kota Bandung akhir pekan kemarin.
Busana muslimah hasil desainnya dibantu dua orang pekerjanya ternyata terus mendapatkan respon yang baik dari para pelanggannya.
Mendapat sambutan yang baik dari para pelanggan ia terus berinovasi mencoba hal baru yang berbeda dari busana muslimah lainnya. Karena dikerjakan sendiri dan bahan langsung terjun sendiri, membuat harga busana muslimah yang ia tawarkan pun sesuai dengan kualitas barang yang dibuat.
“Harga yang saya tawarkan mulai dari Rp 150 ribu sampai dengan Rp 1 juta lebih,” katanya.
butik-fatimah-muslimah1Kualitas dari barang yang tidak mengecewakan membuat perjalanan bisnisnya terus mengalami peningkatan . Terbukti dengan reseller yang berada di luar kota seperti Tasikmalaya, Surabaya, Madura, Iakarta, BSD, Aceh, Pekanbaru, Batam dan Kalimantan yang setiap bulannya selalu meminta desain dan model terbaru.
“Sasaran kita adalah ibu muda. yang selalu ingin tampil cantik menarik dan , tentu dengan busana muslimah model terbaru.” katanya.
Fokus pada desain ibu , muda ternyata membuahkan pelanggannya kebanyakan dan ibu-ibu muda yang selalu datang ke toko atau bertanya melalui foto di telepon selular. Untuk reseller yang dekat, biasanya mereka datang langsung.
“Kita bisa mengubah ukuran baju jika kebesaran atau kekecilan, kita sediakan jasa vermaknya juga. Ini mungkin layanan khusus bagi setiap pelanggan setia yang rutin saya lakukan,” ujarnya
Untuk merefresh model ,Shinta selalu membuat model-model terbaru. Biasanya ia membuka majalah-majalah fashion atau menonton televisi kabel untuk menemukan model terbaru. Dari hasil encariannya ia selalu berusaha untuk membuat baju agar bisa dipakai untuk segala suasana. Baik acara resmi atau santai bersama keluarga. Model dan desainnya ia usahakan selalu sesuai pada dengan segala situasi.
Ibu yang berkuliah jurusan kepegawaian ini selalu menyempatkan diri untuk berinteraksi langsung dengan konsumen. Perilaku rutinnya ini untuk mengevaluasi sejauh mana hasil produksmya dengan minat dari para konsumen yang membeli.
butik-fatimah-muslimah3“Kita bisa mengerti keinginan konsumen jika datang dan langsung menyaksikan proses jual beli di toko misalnya. Hal itu menjadi bekal saya jika nanti hendak membuat model terbaru lagi. Kita jadi tahu kekurangan dan kelebihan dari model yang ditawarkan,” katanya.
Kesibukannya membuat hari-harinya nyaris tak ada libur. Selesai mengerjakan tugas ibu di rumah pada pagi hari, ia lanjut untuk mencari bahan-bahan membuat model terbaru dan lantas pergi ke toko. Memantau para pekerjanya dengan menerapkan sistim kekeluargaan, membuat ia tidak kesulitan untuk mencari orang untuk mengerjakan desain terbarunya.
“Setiap tahunnya kita selalu mempunyai unggulan model terbaru yang dijual. Seperti Gamis Lensi yang sempat banjir order, pokoknya setiap saat kita selalu berinovasi dengan model dan produk terbaru,” katanya.
Terus mencoba yang baru, jangan berkecil hati, optimis, punya mimpi merupakan tips-tips yang ia katakan saat ia memulai bisnis sampai dengan sekarang. “Harus dikejar dan mau bekerja keras, owner jangan hanya d uduk manis,” katanya.
Kerja kerasnya membuahkan hasil. Selain pelanggan dari dalam negeri, ia juga mempunyai pelanggan tetap dari luar negeri seperti Malaysia dan Singapura.
Kesibukannya tidak membuat dirinya lupa untuk senantiasa mengurus suami dan keempat anaknya. Liburan Idulfitri merupakan momen baginya untuk berkumpul sepuasnya bersama keluarga. “Seperti saat kemarin, liburan totalitas mengurus keluarga, tentu disaat luang tetap mencari inspirasi sambil menonton tv atau membaca majalah,” katanya.

Tribun Jabar, 10 Agustus 2014

 



4 thoughts on “Shinta Novarina, Kisah Sukses Butik Fatimah Muslim

  1. Assalamualaikum, apakah saya bisa mendaftar menjadi model muslimah untuk pakaian-pakaian mba shinta?

    Saya sedang mencari pekerjaan, saya muslimah, berpakaian muslim & saya merasa berbakat di modelling.

    Atas perhatiannya, saya syukuri terima kasih. Mudah-mudahan Allah memberi banyak kebarokahan dalam rizkinya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *