Cerpen : Toko Sepatu Cinderella

Oleh : Siti Laili Istiqomah

Sejak dahulu toko sepatu Cinderella terkenal akan sepatu-sepatu kacanya yang cantik dan indah. Tidak hanya gadis biasa yang menjadi pelanggannya. tapi juga para putri bangsawan dan keluarga kerajaan. Setiap kai akan digelar pesta, maka toko itu selalu dibanjiri pesanan. Sepatu-sepatu cantik yang dijual di toko tersebut merupakan karya tiga saudara pemilik toko. yaitu Nyonya Betsy, Tuan Walls  dan Tuan Ben. Mereka bertiga bekerja sama mengeiola toko peninggalan orangtua mereka dengan penuh kesabaran.

Nyonya Betsi yang murah senyum sangat ramah pada pembei. Tuan Ben pandai melukis bertugas menghias gambar di sepatu. Adapun Tuan Walls lihai memilih bahan kaca berkualitas sehingga sepatu kaca yang dihasilkan tampak bagus dan nyaman dipakai.

Namun suatu hari tiba-tiba Toko Sepatu Cinderella tutup. Tersiar kabar Nyony Betsy, Tuan Ben dan Tuan Walls akan mendirikan toko sepatu kaca sendiri karena dianggap lebih menguntungkan. Selama ini laba dari penjualan sepatu kaca memang selalu dibagi tiga.

Dan benar tak berapa lama kemudian, tiga toko sepatu kaca baru telah dibuka. Toko Betsy Shoes milik Nyonya Betsy, toko Walls Shoes milik Tuan Walls dan toko Ben Top Shoes milk Tuan Ben. Ketiga toko itu berdiri megah berdampingan di tengah kota. Beberapa bulan berlalu.  Anehnya, toko-toko sepatu kaca itu semakin sepi pembeli. Toko Betsy Shoes tetap tidak memiliki pelanggan meski Nyonya Betsy selalu ramah melayani pengunjung. Dia juga rajin menggelar promosi serta memberi diskon. Toko Ben Top Shoes setali tiga uang, Sepi. Padahal sepatu-sepatu kaca yang diual di toko itu sangat indah. Demikian pula toko Walls Shoes. Toko itu tidak memiliki pelanggan meskipun sepatu kaca yang dijual berbahan berkualitas.

Waktu berlalu hingga tiba pada penghujung tahun. Nyonya Betsy, Tuan Ben, dan Tuan Walls membuka kotak pesan sebagaimana yang mereka lakukan saat mengelola toko Cinderela. Setelah terkumpul, satu persatu kertas pesan dibaca. Tampak raut muka Nyonya Betsy berkerut,Tuan Ben terheran-heran, dan Tuan Walls termangu. Pesan-pesan itu menyadarkan mereka bahwa ada sesuatu yang hilang yang kini baru mereka sadari. Ternyata sepatu buatan Nyonya Betsy kurang nyaman karena dia tidak pandai memilih bahan kaca yang bagus seperti Tuan Wals. Tuan Walls kini menyadari bahwa dia tidak pandai melukis dengan indah seperti Tuan Ben sehingga sepatu kacanya kurang menarik. Adapun para pengunjung toko Tuan Walls rata-rata menuliskan pesan bahwa sepatu kaca miliknya nyaman dipakai tapi lukisannya kurang indah sehingga penampilannya kurang bagus. Melalui pesan itu pula Tuan Ben tahu bahwa meski sepatu kacanya indah, para pelanggan ogah datang karena sikap Tuan Ben yang kurang ramah.

Kini mereka bertiga tahu apa kelebihan dan kekurangan masing-masing. Ternyata dengan bekerja sama mereka dapat saling melengkapi satu sama lain. ltulah rahasia sukses toko sepatu Cinderella. Nyonya Betsy, Tuan Ben, dan Tuan Walls pun akhirnya sepakat untuk kembali mengelola toko sepatu secara bersama-sama.


Sumber : Harian Suara Merdeka, 10 Maret 2013