Bahayanya mendengkur

Last updated on August 23rd, 2017 at 04:50 pm

DETIK PAGI, 20 Pebruari 2013

Mendengkur bisa menjadi penyebab banyak rasa sakit dan gangguan ketika Anda terbangun pada pagi hari. Seperti yang dirasakan Nurzullah, 66 lahun. lbu rumah tangga ini selalu mendengkur setiap malam kala tidur. “Pagi hari badan sakit dan terasa selalu mengantuk.” ujarnya kepada Detik kemarin.

Gangguan tidur ini membuatnya depresi. Ia mengakui jadi lebih emosional dan tak sabar. Namun mendengkur dia anggap hal biasa, sehingga tidak berobat ke dokter. Sama halnya yang terjadi dengan Angga. 28 tahun. “Saya sering ngorok, tapi biasanya kalau tubuh lagi kecapean banget,” katanya.

Menurut ahli masalah tidur dr Andreas Prasadja, mendengkur sebenarnya merupakan penyakit yang disebut sleep apnea. Artinya berhenti bernapas ketika tidur. “Penyakit ini menyebabkan hipertensi, diabetes, stroke, hingga disfungsi seksual. Jadi, kalau ada orang mendengkur, yang terganggu bukan suaranya, melainkan napasnya” katanya.


Dokter yang juga berpraktek di Rumah Sakit Mitra Kemayoran, Jakarta Pusat, ini juga menielaskan, ciri-ciri sleep apnea ada dua macam, yakni mendengkur dan kantuk berlebihan. Gangguan napas ini, kata Andreas, terjadi lantaran sesak dan saluran tersumbat. Penanganannya pun berbeda-beda.

“Mau hilangkan ngorok harus dicek ke laboratorium tidur karena suara ngorok yang macam-macarn tidak jadi patokan. Memang ada produk anti-snoring, tapi bukan juga bisa untuk anti-sleep apnea.” ujar Andreas.

Di Eropa, gara~gara penyakit ini,seseorang dapat dilarang mangemudi kendaraan dan surat izin mengemudi ditahan. Menurut Andreas, orang yang mengantuk lantaran sleep apnea sama saja dengan seseorang yang mabuk minuman keras.

Andreas mengutip survei 2003 di Amerika Serikat bahwa pria lebih banyak terkena penyakit ini, yakni 4 persen, dibanding wanita, yang hanya 2 persen. Dia menambahkan, berat badan berlebih seseorang tidak menyebabkan mendengkur. Justru dengkuran bisa menyebabkan kegemukan.
“Karena metabolismenya terganggu, orang gampang mengantuk dan jarang berolahraga. Bahkan mereka rentan sekali mengalami depresi,” ujarnya.

Berdasarkan jajak pendapat di Amerika dari The National Sleep Foundation pada 2002, 37 persen orang dewasa mendengkur, bahkan 27 persennya mengaku mendengkur hampir setiap malam. Sedangkan pria mendengkur selama satu minggu sekitar 42 persen dan wanita 31 persen. Artinya, empat dari sepuluh pria mendengkur dan tiga dari sepuluh perempuan yang mendengkur. Pada waktu tertentu, sekitar 25 persen orang mendengkur lantaran kebiasaan.

The National Sleep Foundation juga melakukan jajak pendapat pada orang dewasa dengan usia 55 hingga 84 tahun. Di sana diungkapkan sekitar sepertiga orang dewasa atau 32 persennya mengaku mendengkur dan empat dari sepuluh orang berusia 55-64 tahun atau 41 persennya pernah mendengkur.

Berbagai Sumber : Tia Agnes